Catatan Aksi 13 Juli 2012

7/17/2012


Catatan Aksi 13 Juli 2012
’Hari ini adalah hari Jum’at tanggal 13 Juli 2012, dan jika kita lihat maka mungkin mitos yang sebagian orang katakan tentang tanggal 13 itu ada benarnya. Ya, tangggal yang akan membawa kesialan, terlebih kesuraman, kebobrokan serta kekelaman bagi pendidikan Indonesia kedepannya...”
       
      Wooyyy,, , , sekarang ada Aksi BEM Se-UI tolak RUU PT di DPR!, maka tepat jam 08.30, Saya sudah meginjakan kaki di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia tepatnya di R.BEM FIB UI 9201, setelah beberapa saat saya menunggu akhirnya  dua kawan saya yang sudah saya tunggu-tunggu yaitu Nobi dan Arizal akhirnya datang juga menghampiri saya, dan disusul dengan kedatangan Ausof yang pada aksi kali ini ia menjadi Koordiantor lapangan untuk masa aksi FIB UI.Sebagai informasi ternyata Kadept Kastrat BEM FIB UI yaitu Bang Ipul tidak bisa menemani kami dalam aksi hari ini dikerenakan sedang ada acara di PPSDMS. Kemudian setelah menunggu beberapa saat  datanglah kak evit dan kak suadah. Lalu Seusai memeriksa kelengkapan seperti Panji-panji yang akan dibawa nanti maka jam 09.40 kami berangkat dari FIB UI ke titik kumpul aksi yaitu di Bundaran Psikologi UI. Setelah presensi maka masa aksi FIB UI yang hadir pada saat itu adalah 9 orang yaitu saya, Ausof, Nobi, Arizal, Aji, Evit, Suadah, Dinia serta ketua BEM FIB UI, Kak maya Nur’aini. Namun untuk Aji, ia ternyata langsung menuju ke TKP.Setelah sehari sebelumnya kami sudah melakukan seruan serta banyak propaganda di jejaring sosial namun ternyata masih belum bisa mengajak seluruh masyarakat FIB pada umumnya dan masa panda pada khususnya.sungguh jumlah yang amat sedikit untuk masa aksi FIB UI yang biasanya terlihat paling banyak membawa pasukan,.Disini saya melihat teman-teman dari BEM UI, BEM MIPA UI, BEM FIK UI, , BEM FISIP UI, BEM FH UI, BEM FT UI, BEM Farmasi UI yang berada di Bundaran Psikologi UI. Untuk BEM FKG UI dan FE UI, mereka akan menyusul nantinya ke DPR.
       Sesuai Informasi yang kami dapatkan, sidang pengesahan RUU PT menjadi UU PT rencanaya akan dilaksanakan seusai sholat jumat, oleh karena itulah maka BEM se-UI  memulai perjalanan menuju gedung DPR RI pada pukul 10.05 dengan asumsinya adalah ketika sampai maka masa aksi sholat dahulu di Masjid kementerian kehutanan kemudian setelah itu baru melakukan aksi penolakan RUU PT ini di DPR. Singkatnya,  iring-iringan masa aksi pun berjalan, Jaket-jaket kuning yang menggunakan sepeda motor berada di garis depan dengan mengibar-ngibarkan panji-panjinya dengan gagah, kemudian di ikuti dengan Mobil Sound yang terus menyanyikan lagu-lagu perjuangan Mahasiswa yang disertai pula dengan melakukan pencerdasan kepada warga-warga di jalanan dengan cara orasi jalanan. Dan dibelakangnya terdapat  satu Bis yang mengangkut puluhan masa aksi.  Pada saat itu Saya dan Nobi mewakili BEM FIB berada di Mobil Sound bersama Faldo Mandini (ketua BEM UI 2012), Teman-teman dari Akprop BEM UI, BRIGADE UI serta  beberapa teman-teman dari BEM fakultas seperti BEM MIPA, BEM FKM, dan BEM FIK  yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Seperti biasanya jalanan jakarta mengalami kemacetan,sehingga teman-teman dari akprop BEM UI memutuskan  untuk menggunakan jalur Busway sehingga kami sebisa mungkin sampai pada tepat waktunya sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumya. Namun di sela-sela perjalanan Faldo mendapat telepon dari Mulki (kadept akprop BEM UI) yang memang sudah sampai DPR terlebih dahulu. Pada sat itu Bang Mulki mengabarkan bahwa Sidang pengesahan RUU PT sedang dilaksanakan. Dan itu artinya untuk yang kesekian kalinya DPR tidak menepati janjinya kepada para Mahasiswa. Akhirnya pada pukul 11.20, masa aksipun berhasil tiba di gedung DPR dengan disambut dari rekan-rekan KOMNAS Pendidikan yang sudah menunggu sebelumnya. Pada saat masa aksi datang, gerbang pintu DPR yang sangat besar tersebut sedang terbuka lebar yang jikalau masa aksi berkehendak, maka bisa saja kita ramai-ramai langsung menerobos masuk kedalam gedung DPR yang gerbangnya sedang terbuka lebar tersebut. Namun ternyata niat tersebut diurungkan dan petugas yang menjaga gedung tersebut dengan tergopoh-gopoh segera menutup pintu tersebut. Sialnya, ternyata ketika saat masa aksi tiba itulah, tepat ketuk palu pengesahan RUU PT menjadi UU PT  dilaksanakan. Sungguh sangat ironis kondisi saat itu. jika tau keadaanya seperti ini lebih baik dari awal terobos saja gerbangnya.
       Dengan itulah maka tuntutan yang tadinya di bawa oleh BEM se-UI dan KOMNAS-Pendidikan yang berisi tentang penolakan RUU PT maka pada detik itu juga berubah menjadi cabut UU PT sekarang juga.  Kemudian para ketua-ketua lembaga mulai menyuarakan orasinya. Di Mulai dari Bang Faldo yang menyatakan  kekecewaanya terhadap DPR RI yang katanya wakil rakyat itu tetapi tidak bisa menepati janjinya, karena informasi yang didapat adalah pengesahan RUU ini rencanaya akan dilaksanakan seusai Sholat jum’at, tetapi kenyataanya malah pagi disahkannya. Selain itu faldo dihadapan puluhan masa aksi mengatakan bahwa langkah yang bisa ditempuh saat ini adalah dengan cara membawa draft UU PT ini ke Mahkamah Konstitusi untuk dilakukan Judicial Review. Sesudah faldo berorasi, maka selanjutnya adalah orasi-orasi dari BEM Fakultas lain, setelah itu ditutup degan pembacaan Deklarasi “Tolak RUU PT! Wujudkan Pendidikan Tinggi Berkebesan Akademik ke Arah Gratis.” Yang dibacakan oleh perwakilan dari Komite Nasional Pendidikan. Karena sudah memasuki waktu jumatan, maka akhirnya masa aksi BEM se-UI bergerak menuju masjid yang berada di Kementerian Kehutanan. Seusai Sholat,, Rekan-rekan BEM se-UI melepas lelah dengan makan siang terlebih dahulu sekaligus menyusun strategi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya. Pada saat itu saya sedang duduk di bawah pohon yang rindang sambil memakan sepotong roti yang sudah saya bawa dari rumah, dan pandangan saya menuju ke arah tukang soto yang sedang melayani para pembeli. Seketika itu saya berpikir. Jika seandainya Pendidikan adalah komoditas jasa sesuai dengan yg tersirat dari UU PT tersebut, maka apa bedanya UU PT dengan Soto yang ada di kemenhut tersebut? Hanya orang-orang berduit sajalah yang akan bisa menikmatinya, sedangkan yang tidak punya duit akan diam seribu bahasa seperti saya yang tidak bisa membeli soto dan harus menahan lapar, karena memang tidak punya duit. Sungguh suatu analogi yang sangat suram.. . .
       Akhirnya diputuskan bahwa rekan-rekan masa aksi BEM se-UI akan melanjutkan aksi kembali ke gedung DPR sebagai bentuk rasa kekecewaan terhadap para pembuat UU tersebut. Dan perjalananpun dimulai kembali, dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya disepanjang jalan. Setelah sampai di depan gedung DPR kembali,  saya melihat Bang Oot ternyata sudah berada di halaman gd.dpr menunggu rekan-rekan yang lain, dan diapun segera bergabung dengan masa aksi. Lalu, rekan-rekan masa aksipun mulai merapatkan barisan. Kebetulan pada saat itu saya tidak masuk barisan dikarenakan saya bertugas mengibar-ngibarkan Panji BEM FIB UI bersama teman-teman yang lain. Lagu-lagu perjuangan mahasiswa pun segera dikumandangkan dengan sangat semangat oleh rekan-rekan masa aksi.. dan setelah itu para ketua bem fakultas, kadept pusgerak dan kadept akprop mulai satu demi satu berorasi menyatakan sikap akan disahkannya RUU tersebut menjadi UU. Dan di pagar gedung DPR tersebut terdapat Bungker Mahasiswa yang dikomandoi oleh Bang Oot. Saya melihat para bungker tersebut  sedang menendang-nendang pagar DPR dengan kerasnya. Namun kegiatan menendang-nendang pagar DPR tersebut dilarang oleh bang Oot. Lagu-lagu sentilan khas aksi mahasiswapun didengungkan oleh bungker. Yang otomatis memberikan suntikan semangat bagi rekan-rekan masa aksi yang lain untuk terus bertahan. Dan Tiba-tiba masa aksi dikejutkan dengan Bang fitra (FKM UI) yang sedang memanjat pagar DPR dengan membawa Panji Kuning BEM UI. Perlahan namun pasti, akhirnya dia berhasil sampai kepuncak pagar DPR dan sambil mengibar-ngibarkan Panji BEM UI dengan sangat heroiknya. Kemudian, pelahan ia mulai turun dan  sampai ke dalam halaman DPR dengan berjalan perlahan menuju kedalam gedung DPR. Akan tetapi niatan tersebut dicegah oleh petugas keamanan disana, dan bang fitrapun dibawa oleh petugas keamanan untuk kembali lagi ketengah-tengah masa aksi dengan jalan yang memutar.Lalu, seusai itu rekan-rekan dari BEM UI ternyata sudah berhasil  mendapatkan satu jilid UU Pendidikan Tinggi. Saya mendengar banyak masa aksi yang bereriak agar  UU PT tersebut segera dibakar. Namun karena hanya ada satu maka niatan itu urung dilaksanakan. Dan beberapa saat kemudian ternyata sudah ada copyannya sehingga aksi pembakaran UU PTpun dilaksanakan dengan diiringi oleh lagu-lagu  perjuangan  mahasiswa. Ini adalah aksi simbolis yang berarti kami para Mahasiswa UI akan benar-benar membakar ayat-ayat liberal ini ke Mahkamah Konstitusi nantinya.
       Seusai membakar ayat-ayat liberal tersebut, tepat pukul 14.25 masa aksi BEM se-UI akhirnya membubarkan diri dan berlanjut menuju ke Mahkamah Konstitusi untuk menyampaikan kembali aspirasinya disana. Iring-iringanpun kendaraanpun berderap dengan gagahnya. Walaupun harus mengalami kemacetan terlebih dahulu, namun akhirnya kami bisa sampai tepat pada waktunya. Ketika sudah di MK, maka maksa aksipun beristirahat sejenak sekaligus melakukan Sholat terlebih dahulu. Beberapa ada yang sholat di MK, dan beberapa lainnya ada yang sholat di RRI yang memang letaknya persis bersebelahan dengan MK. Seusai beribadah sekaligus sedikit membasahi tenggorokan yang kering ini dengan air minum sekedarnya, maka rekan-rekan masa aksi BEM se-UIpun kembali merapatkan barisan tepat di depat gedung Mahkamah Konstitusi. Orasi dari berbagai ketua BEM fakultaspun membuat kami menjadi bersemangat kembali. Saat itu saya kembali memegang panji BEM FIB UI dan rekan saya dan Ajimas memegang panji Pandu Budaya FIB UI, dengan beberapa teman-teman dari fakultas lain yang juga memegang panji fakultasnya masing-masing, serta Bang Nico yang memegang Panji BEM UI. Angin yang lumayan kencang membuat panji-panji kami tersebut berkibaran sangat indah di langit. Beberapa wartawanpun saya lihat sedang asiknya mencari berita tentang aksi yang kami lakukan saat itu. Disertai dengan kegiatan foto-foto oleh wartawan kearah masa aksi serta ke arah Ketua-ketua BEM yang sedang berorasi tersebut. Mengingat UU PT yang tadi sempat dibakar di DPR tadi belum terbakar sepenuhnya maka aksi pembakaran jilid 2 pun dilaksanakan kembali. Dan Gedung mahkamah Konstitusi menjadi saksi bisu akan aksi pembakaran UU PT tersebut.Karena aksi dibatasi hanya boleh sampai pukul 17.00  maka Ketika pukul 16.30 para ketua BEM fakultas dan ketua BEM UIpun berdiri bersamaan di Mobil Sound untuk menutup dan mengakhiri aksi hari ini. Yang saya ingat adalah Bang Faldo mengatakan bahwa sudah tugas kita semualah untuk mengawal UU PT ini hingga berhasil dicabut oleh Mahkamah Konstitusi. Sejarah UU BHP yang telah dimandulkan oleh MK sebelumnya akan terulang kembali pada UU PT ini. Karena sejatinya ruh UU BHP masih bersemayam dalam UU PT tersebut. Setelah selesai maka tepat pukul 17.00 masa aksi BEM Se-UI pun membubarkan diri  menuju ke kampus UI kembali.

Perjuangan belum selesasi kawan.. ..
Saatnya menyusun siasat untuk membuat malu (bukan) wakil-wakil kita di DPR sana.. . .
HIDUP MAHASISWA.. . .!!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA... !!!
HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA.. . . !!! 

           “SEKOLAHNYA HARUS GRATIS, KULIAHNYA HARUS MURAH. SEKOLAHNYA HARUS GRATIS, KULIAHNYA HARUS MURAH, KITA CABUT UU PT..!!!”  

Rizki Baiquni Pratama
Staff Kastrat BEM FIB UI 2012
Mahasiswa Ilmu Filsafat FIB UI’11

You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Gallery