Budak Pengetahuan

9/02/2013


Ada beberapa hal yang bisa kita cermati secara bersama2 mengenai tatanan dunia abad 21 yg sekarang sedang kita tempati. Yang pertama adalah mau tidak mau, suka tidak suka bahwa tatanan ekonomi global saat ini adalah memang ekonomi yang berbasiskan "knowledge driven", dengan kata lain tatanan ekonomi ini bertolak pada satuan perangkat kerja yang mendasarkan diri pada pengetahuan yang mana pengetahuan itu sendiri didapatkan melalui institusi pendidikan. Yang kedua, berbicara mengenai orientasi pendidikan dalam abad 21. Di sini Saya mencoba mengambil contoh dengan mengutip pada tujuan pendidikan di Universitas Indonesia. Dalam buku saku UI dikatakan bahwa ".....menghasilkan kualitas lulusan yang mampu bersaing di pasar global...." So? secara kasar kita dapat mengatakan bahwa saat ini hidup kita sedang didikte secara sistematis untuk berpengatahuan demi melanggengakan tatanan ekonomi yang ada. Dengan demikian eksistensi hidup kita disetir habis2an oleh pengetahuan. Maka tidak heran jika kita selama ini berlomba-lomba untuk mendapatkan gelar sarjana ekonomi, sarjana teknik, sarjana humaniora, sarjana sosial, ataupun berlomba-lomba meningkatkan TOEFL 500 yang kesemuanya itu dilakukan demi mendapatkan legitimasi tatanan ekonomi yang ada dengan dalih mendapatkan kerja dan kehidupan yang baik di masa depan. Padahal sejatinya jika seandainya kita mau sedikit merefleksikan diri. Sesungguhnya kita sedang menuju sesuatu yang bahkan kita tidak ketahui tujuannya akan kemana. Kemudian hal ini kian diperparah oleh praktek institusi pendidikan yg bertujuan untuk persaingan. Karena ketika berbicara mengenai persaingan maka akan selalu ada oposisi biner didalamnya yaitu "win" atau "lose", "pemenang" atau "pecundang". Pada titik ini tatanan abad 21 sekali lagi mendikte dan menyetir hidup kita untuk bersaing mengalahkan orang lain. Maka tidak heran jika dalam satuan perangkat kerja. Kita didefinisikan sebagai SDM alias Sumber daya Manusia. Kita seolah-oleh tidak berbeda sama sekali dengan SDA-sumber daya alam yaitu kita sama-sama menjadi objek eksploitasi sesama manusia. Lantas? salahkah? benarkah? yang jelas ketika saya menulis tulisan inipun saya sesungguhnya sedikit-banyak telah terjebak dalam tatanan abad 21. Terdikte dan tersetir oleh pengetahuan, serta menjadi budak pengetahuan itu sendiri.. .

You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Gallery